Pemikiran Alternatif: Tukang Besi Tidak Membentur Buton

Saturday, March 26, 2011

by Awang Harun Satyana
on Fri, March 25, 2011

Rekan-rekan yang bekerja di Sulawesi, khususnya di Lengan Tenggara Sulawesi, pasti mengenal publikasi dari John Davidson (1991, IPA Proceedings) berjudul “The geology and prospectivity of Buton island, S.E. Sulawesi, Indonesia”. Kala itu, John adalah geologist Conoco. Conoco pada akhir 1980-an – awal 1990-an menjadi operator di Blok Buton. Buton telah dikerjakan oleh perusahaan2 minyak sejak akhir 1960-an, enam sumur eksplorasi telah dibor, semuanya belum menemukan akumulasi hidrokarbon, meskipun beberapa sumur disertai hydrocarbon shows. Saat ini, Buton dikerjakan oleh Japex (WK Buton) dan Putindo (WK Buton I). Eksplorasi masih dilakukan, belum ada lagi pengeboran sumur eksplorasi terbaru sejak Conoco mengebor sumur Jambu-1 pada tahun 1991.

Buton diingat orang karena tambang aspalnya yang besar dan pernah menjadi lapangan/penambangan aspal terbesar di seluruh Asia sebelum Perang Dunia II (van Bemmelen, 1949). Berdasarkan studi geokimia, aspal di Buton adalah akumulasi minyak yang terbiodegradasi dan/atau tercuci (meteoric water flushing). Batuan induk minyak ini berkualitas istimewa, merupakan serpih marin Formasi Winto berumur Trias. Hal ini menunjukkan bahwa di area Buton telah terjadi generasi, migrasi dan pemerangkapan minyak. Perusahaan-perusahaan minyak di sini mengeksplorasi Buton untuk mencari perangkap yang utuh sehingga akumulasi minyaknya tak mengalami biodegradasi/pencucian. Tektonik Buton terkenal kompleks dan intensif, sebagian perangkap rusak oleh tektonik, antara lain menyebakan tererosinya lapisan penutup perangkap. Ketidakhadiran atau tidak sempurnanya lapisan batuan penutup mudah menyebabkan terjadinya biodegradasi/pencucian.

Secara geologi, Buton juga dikenal sebagai sebuah mikrokontinen yang membentur Sulawesi Tenggara. Inilah yang akan saya diskusikan lebih lanjut. Sebuah penampang geologi terkenal dari Davidson (1991), yang selalu muncul dan digunakan setiap geologist yang bekerja di Buton, menunjukkan ‘double collision’, yaitu: (1) Muna dibentur Buton pada Miosen Awal, dan (2) Buton dibentur Tukang Besi pada Pliosen Akhir. Muna adalah nama pulau di sebelah barat Buton, Tukang Besi adalah nama kepulauan di sebelah timur Buton (sebagian publikasi, terutama publikasi2 tentang terumbu modern, menyebut Tukang Besi sebagai ‘Wakatobi’). Wakatobi adalah kependekan dari ‘Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomea, dan Binongko’. Itulah keempat pulau besar penyusun Kepulauan Tukang Besi. Nama ‘Tukang Besi’ sendiri memang berasal dari para pengrajin besi yang ditemukan di Pulau Tomea dan Binongko. Teman-teman yang menyukai olahraga menyelam atau snorkeling, tentu telah mengenal ‘Wakatobi’ sebab inilah salah satu tempat terbaik di Indonesia bahkan dunia, untuk melihat terumbu koral modern. Jacques Cousteau, oceanographer terkenal dari Prancis yang banyak membuat film bawah laut itu, pernah mampir ke sini.

Davidson (1991) mempublikasi makalah tentang geologi dan petroleum system Buton yang sangat baik dan lengkap, maka tak mengherankan semua geologist yang meneliti Buton mengacunya, termasuk saya. Dalam beberapa bulan terakhir ini, untuk kepentingan penulisan sebuah makalah, saya melihat-lihat kembali secara lebih detail publikasi2 tentang Buton yang tak banyak itu. Analisis dilakukan, dibantu dengan data-data tidak dipublikasi dan cek lapangan. Berdasarkan itu, maka lahirlah pemikiran alternatif tentang tektonik Buton yang intinya adalah bahwa: Tukang Besi tidak membentur Buton, justru Tukang Besi dilepaskan Buton. Tentu saja pemikiran ini bertentangan dengan Davidson (1991) dan kebanyakan geologist yang pernah/sedang mengerjakan Buton.

Hubungan antara Buton dan Kepulauan Tukang Besi (yang sebagian besar merupakan paparan yang tenggelam) tidaklah jelas. Hamilton (1979) mengelompokkan Buton Timur dan Tukang Besi sebagai satu mikrokontinen, yang berbeda dari segmen Buton Barat dan Muna. Fortuin et al. (1990 - Journal of Southeast Asian Earth Science, 4, 107–124), dan Davidson (1991) juga makalah terbaru tentang Buton di IPA Proceedings (Tanjung et al. -2007) menyatakan bahwa Buton dan Tukang Besi adalah dua mikrokontinen yang berbeda yang membentuk kompleks double collision dari Muna-Buton-Tukang Besi. Buton membentur Muna pada early Miocene, Tukang Besi membentur Buton pada late Pliocene. Efek pertama benturan Buton-Tukang Besi disebutkan tercatat pada late Pliocene strata, berupa reefs yang berkembang di uplifted blocks sedangkan deep marine foraminiferal packstones dan marls berkembang relatif di downthrown blocks-nya. Benturan ini mengakibatkan wilayah yang lebih terangkat di Buton sebelah selatan dibandingkan sebelah utaranya. Buktinya adalah bahwa di sebelah selatan ini banyak teras pantainya dengan Pleistocene reefs (teman2 Japex pasti mengetahuinya dengan baik), sementara di sebelah utaranya terdapat drowned estuaries dan subsiding atoll.

Adalah Milsom et al. (1999, AAPG Bull.) berdasarkan atas gravity data, yang pertama kali meragukan bahwa Tukang Besi membentur Buton. Mereka bahkan mengemukakan bahwa Tukang Besi adalah bagian Buton yang lalu ‘lepas’ sebagai respon post-collision extension. Pemikiran Milsom et al (1999) ini menarik dan saya menemukan gejala yang sama di seluruh Indonesia sebagai akibat post-collision tectonics (publikasi tentang ini, bila diminati, bisa dicari di proceedings IAGI PIT Pekanbaru (Satyana, 2006), proceedings PIT IAGI-HAGI-IATMI di Nusa Dua (Satyana et al., 2007) dan proceedings IPA 2008 (Satyana et al., 2009) tentang collision dan post-collision tectonics. Saat menulis makalah2 itu, saya pun masih menggunakan konsep double collision Muna-Buton-Tukang Besi ala Davidson (1991). Sekarang, setelah mempelajarinya lebih detail, justru post-collision tectonics berupa detachment (pelepasan) Tukang Besi dari Buton kelihatannya lebih meyakinkan, daripada membenturnya.

Paparan Tukang Besi terletak di sebelah timur Buton bagian selatan. Hamilton (1979) merupakan publikasi pertama yang menyebutkan bahwa paparan ini suatu mikrokontinen. Batas paparan ini, menurut Milsom et al. (1999) ada pada 2000 m bathymetric contour, yang meliputi area laut dangkal yang cukup luas. Di luar batas ini, terdapat lereng yang sangat curam ke sisi-sisi utara, timur dan selatan; sementara ke sebelah baratnya ia mendangkal ke Buton. Data gravity dari Milsom et al. (1999) menunjukkan bahwa di area paparan Tukang Besi, terdapat tiga punggungan yang naik ke permukaan dari kedalaman laut 1200-1500 meter yang lebih kurang sejajar membentuk kelurusan BL-tenggara: disebut Punggungan Langkesi (utara), Wangi Wangi (tengah) dan Karang Kaledupa (selatan). Trend Tukang Besi yang secara umum membentuk kelurusan BL-tenggara dan trend Buton yang lebih kurang utara-selatan membuat banyak penulis berpendapat bahwa Buton dan Tukang Besi adalah dua mikrokontinen berbeda yang lalu berbenturan pada waktu yang belum lama secara geologi (Pliosen akhir). Peta geologi Kepulauan Tukang Besi menunjukkan bahwa geologi permukaan pulau-pulau ini hanya disusun oleh batuan terumbu dan batuan sedimen lainnya yang berumur Kuarter. Penyelidikan geomarin yang pernah dilakukan di sini, di sisi timurlaut paparan, yang kebetulan merupakan lokasi Hamilton Fault, dengan cara dredging menemukan diabas berumur 9 Ma dan batuan sedimen berumur late-middle Miocene serta late Miocene (Silver et al., 1985 - Geology, 13, 687–691). Seismic lines dari the Scripps Institution of Oceanography Mariana 9 cruise, yang pernah melakukan survei di tepi timurlaut paparan ini menunjukkan kehadiran thin cover of young sediments dan strong angular unconformity antara lapisan Neogen dengan Paleogen atau yang lebih tua, meskipun resolusinya lemah.

Collision atau benturan dua mikrokontinen umumnya akan menjepit kerak samudera yang semula terletak di tengah dua mikrokontinen itu, bahkan melepaskan ikatan kerak samudera itu dari induknya, sehingga menjadi jalur kerak samudera atau ofiolit yang ‘rootless’ alias tak punya akar. Tempat benturan dua mikrokontinen itu umum disebut ‘suture’. Publikasi saya tentang Meratus ophiolites (Satyana & Armandita, 2008 – proceedings HAGI) sebagai studi kasus, membahas hal ini yang dikonfirmasi data dan pemodelan gravity. Begitu juga di banyak jalur ofiolit lain di seluruh Indonesia (Satyana et al., 2007, proceedings IAGI-HAGI-IATMI). Maka bila Tukang Besi membentur Buton, harus ada jalur ofiolit di antara Buton dan Tukang Besi, apalagi penampang Davidson (1991) itu menunjukkannya. Masalahnya, tak pernah ada jalur ofiolit ditemukan di antara kedua wilayah ini, dan yang lebih meragukan lagi bahwa Tukang Besi membentur Buton, tak ada struktur kompresi ditemukan antara Tukang Besi dan Buton. Buton jelas membentur Muna sebab kita mendapatkan jalur ofiolit Kapantoreh di bagian selatan Buton, kita juga punya banyak struktur kompresi di Buton akibat benturan itu (struktur kompresi di Buton bukan akibat benturan Tukang Besi, saya terangkan di bawah ini).

Bila Tukang Besi membentur Buton di post-Miocene (Pliosen akhir menurut Davidson, 1991), bukti struktur2 kompresif akibat benturan ini mestinya akan banyak terjadi di Teluk Kulisusu (di beberapa peta disebut Teluk Kolowara-Watabo) yang diperkirakan menjadi suture zone-nya. Tetapi, berdasarkan data seismik dari the Scripps Institution of Oceanography Mariana 9 cruise di Kulisusu Bay, justru yang muncul adalah struktur-struktur ekstensi seperti bekas collapse. Collapse berupa sesar-sesar turun, ekstensional umum dijumpai di dekat (sekitar) jalur benturan, yang kejadiannya sebenarnya menunjukkan proses isostasi untuk mengkompensasi pengangkatan (uplift) karena benturan. Milsom et al. (1999) berdasarkan data gravity bahkan menunjukkan bahwa paparan Tukang Besi terbagi-bagi menjadi segmen-segmen tertentu yang disebutnya discrete blocks. Mekanisme ini diterangkannya sebagai akibat dispersi. Batas-batas blok tersegmentasi ini berdasarkan analogi dengan tempat lain tidak pernah merupakan struktur kompresi (thrusting), tetapi seringnya merupakan extensional atau transcurrent faults. Berdasarkan hal ini, maka benturan Buton terhadap Muna memicu detachment sebagian wilayah kerak litosfer yang semula dipertebal oleh middle Miocene collision Muna-Buton, yang menyebabkan isostatic rebound lalu dispersal, seperti dialami Tukang Besi. Maka kesan yang dominan atas hubungan Buton-Tukang Besi justru adalah fragmentasi Tukang Besi dari Buton, daripada amalgamasi Tukang Besi kepada Buton.

Maka , saya memikirkan bahwa Tukang Besi adalah satu mikrokontinen dengan Buton. Hal ini beranalogi dengan mikrokontinen lain yang membentur Sulawesi, yaitu Banggai-Sula. Publikasi tentang Banggai-Sula dari Garrard et al. (1988, Proceedings IPA) menunjukkan kehadiran extensional dan collapse structures di antara Banggai and Sula. Collapse structures di sini merupakan isostatic response karena collision bagian frontal mikrokontinen (Banggai portion). Atas analogi itu, maka saya menyebut Buton sebagai ‘frontal/anterior/head’ part of the microcontinent, sedangkan Tukang Besi adalah ‘rear/posterior/tail’ part of the microcontinent. Ketika head Buton membentur Muna Block dan menjadi terangkat, maka diikuti oleh kompensasi isostatik berupa gaya relaksasi yang membentuk collapse/extensional structures di area antara head and the tail parts, yaitu di area junction antara Buton dan Tukang Besi. Detachment Tukang Besi dari Buton adalah sebuah isostatic rebound karena lithosphere thickening oleh middle Miocene collision antara Buton dan Muna.

Pemikiran alternatif ini tentu akan punya implikasi kepada petroleum geology dan petroleum system Buton.

Salam,
Awang

Profil Tokoh: Awang Harun Satyana

Friday, March 25, 2011

Suatu tokoh inspirasional di dunia Geologi Indonesia bagi saya salah satunya adalah Pak Awang Harun Satyana. Pemikirannya yang cerdas ditambah lagi beliau lulusan almamater yang sama. ;D Berikut adalah sepenggal kisah hidupnya, saya dapatkan dari milis Geo-Unpad. Selamat membaca, semoga dapat menginspirasi kaum geologist Indonesia. =)



On Fri, 9/26/08

Saya ingin berbagi cerita sedikit. Semoga tak terlalu menyita waktu rekan-rekan Geo-Unpad yang mau membacanya.

Saya menyukai kedokteran dan geologi sejak saya duduk di SMP. Buku-buku kedokteran dan geologi sudah saya kumpulkan sejak kelas 3 SMP, tahun 1979, tahun saat saya memulai membangun perpustakaan pribadi. Setiap minggu dengan uang saku sisa seadanya saya biasa membeli buku-buku bekas di pedagang loak Pasar Cihapit. Di kiosk-kiosk buku loak itu saya suka bertemu dengan Prof. G.A. de Neve, geologist Belanda berbadan besar. Di situ pula saya temukan buku-buku geologi van Bemmelen, Henry Brouwer, Umbgrove, Katili, dll. Buku2 kedokteran setebal 10 cm pun saya membelinya sebagai persiapan kalau-kalau saya jadi mahasiswa kedokteran. Tentu untuk membeli semua buku itu saya harus menabung dulu beberapa minggu. Akhirnya, saat saya duduk SMA terkumpulah 2000 buku macam-macam. Buku-buku geologi loakan itu saya sering lihat-lihat. Dari SMP pun saya suka bermain ke museum geologi yang tak jauh dari rumah. Betapa menariknya geologi !

Saat tes masuk perguruan tinggi, saya tentu memilih Kedokteran dan Geologi, dua-duanya di Unpad. Mengapa saya tak memilih geologi di ITB ? Sebab dalam pandangan saya saat itu, lulusan geologi ITB akan jadi insinyur teknik geologi, sesuatu yang saya tak inginkan sebab saya ingin menjadi seorang ilmuwan geologi. Maka saya memilih geologi Unpad yang bernaung di bawah Fakultas MIPA, tentu bernuansa lebih ilmiah dan bukan teknik. Ternyata, baik geologi ITB maupun geologi Unpad sama saja, lulusan geologi Unpad pun saat saya lulus gelarnya insinyur pula. Lalu, saya gagal masuk kedokteran Unpad dan diterima di geologi Unpad. Tahun 1983 saat itu. Karena menjadi dokter adalah cita-cita saya sejak kecil, saya mencoba masuk kedokteran Maranatha, diterima dan sempat kuliah satu tahun, kemudian diputuskan keluar karena biaya. Tahun 1984 saya mencoba lagi masuk kedokteran Unpad, gagal lagi, ya sudah, cita-cita menjadi dokter saya kubur. Saya ingin bertekun di geologi saja.

Selama tahun1983-1988 saya kuliah geologi di dua tempat : satu di kampus (formal), satu di perpustakaan P3G (informal). Di kampus saya mendapatkan pendidikan dari bapak-bapak dosen, di perpustakaan geologi saya belajar geologi dari laporan-laporan, jurnal-jurnal, dan banyak lainnya. Pulang dari perpustakaan saya selalu mampir ke museum agar hafal ini batu ini, itu batu itu. Para petugas perpusatakaan P3G tahun 1983-1988 adalah orang-orang yang sangat berjasa buat saya (Bu Polhaupessy, Pak Ade, Pak Anton, Eutik, Teh Ani, dll...) yang tak bosan melihat saya hampir setiap hari berjam-jam di situ selama bertahun-tahun. Kalau bekerja di perpustakaan, saya pasti mencatat banyak hal penting dari bahan yang saya pelajari. Catatan-catatan di kertas bekas itu kalau ditumpuk ada satu meter tingginya.

Lulus sekolah Februari 1989, saya mengirimkan surat lamaran ke 40 perusahaan dan instansi. Yang menjawab hanya empat : tak ada lowongan ! Selama setahun saya mencari pekerjaan ke sana-sini sambil bekerja paruh waktu di sebuah konsutan pertambangan di Bandung. Saya membentuk kelompok bahasa Inggris dengan teman-teman yang bertemu seminggu sekali sambil bertukar info soal bursa pekerjaan. Kelompok kecil ini kemudian ternyata sangat membantu saya saat tes wawancara dengan perusahaan yang memanggil saya. Di ujung 1989, kesempatan datang dan saya dapat memanfaatkannya dengan baik. Saya lulus tes masuk P3G, juga lulus tes masuk Pertamina. Saya melamar ke P3G karena ingin melanjutkan sekolah sebab saat itu di P3G banyak sekali doktornya. Melamar ke Pertamina karena saya ingin dapat gaji yang lumayan. Bingung saya memutuskan, masuk ke P3G atau Pertamina ?

Di P3G, saya punya banyak teman senior baik yang master maupun doktor, itu karena saya rajin ke P3G dan memberanikan diri mengobrol dengan mereka.. Satu per satu saya tanya, saya mesti masuk ke mana, P3G atau Pertamina ? Jawaban sekian banyak ahli itu : jangan masuk P3G, duitnya sedikit, kesempatan sekolah pun sedang jarang (begitu kira-kira jawabannya). Maka, saya bulatkan masuk Pertamina saja.

Di Pertamina tahun 1990-1997 saya sibuk sebagai seorang exploration geologist. Tahun 1991 dibuka kesempatan sekolah S2 (lalu S3), saya terpilih untuk ikut tes, datang dari Balikpapan ke Jakarta, bersaing dengan sekian belas teman2 Pertamina lain. Pulang ke Balikpapan saya diberitahukan bahwa saya tidak lulus, katanya gagal di wawancara sebab yang diperlukan adalah orang yang senang riset 100 % (saya menjawab saat wawancara saya suka riset 50 % dan operasi lapangan 50 %). Apakah hanya itu kriteria kelulusan ? Saya tidak yakin..., tetapi sudahlah, saya akan tetap mencintai geologi meskipun tidak sebagai S2 apalagi S3. Lima tahun karier awal saya ternyata pekerjaannya serabutan dan kebanyakan pergi ke lapangan. Studi-studi geologi semakin jauh dari saya. Terus terang, saat itu saya mengiri kepada teman-teman yang ditempatkan di bagian studi geologi yang sering berdiskusi dengan ahli2 geologi S3 dari ITB atau LIPI atau tempat lain sebagai konsultan studi2 Pertamina. sementara saya, jauh di lapangan, di tengah hutan menjaga sumur2 sebagai wellsite geologist.

Tetapi, saya selalu ingat kata-kata ini, kata2 yang saya temukan di lembar pertama skripsi Pak Ildrem Syafri yang saya panggil Uda Ildrem : "Lebih baik menyusul dengan diam-diam daripada membuang waktu dengan iri hati kepada orang yang berjalan di depan.".Maka, hari-hari saya penuhi dengan belajar dan belajar, hari-hari saya penuhi dengan menulis dan menulis. Tahun 1993 saya mulai menulis paper yang saya kirimkan ke PIT IAGI atau IPA; dan sejak itu saya tak bisa lagi berhenti belajar dan menulis. Saya menulis banyak hal dalam geologi sebab saya belajar banyak hal dalam geologi. Saya tetap menulis meskipun saya bukan seorang S2 atau S3, bukan seorang yang bekerja di lembaga riset, bukan seorang yang bekerja di perguruan tinggi. Saya menulis bukan untuk mengejar nilai kum, tetapi saya menulis karena mencintai geologi dan ingin menyampaikan pikiran saya kepada khalayak ramai. Teman-teman saya yang master dan doktor di Pertamina, yang dulu sama-sama waktu tes untuk S2 dan S3 (mereka berhasil sementara saya gagal) saya amati terus publikasinya, ternyata publikasi saya jauh lebih banyak...Saya beranikan meneliti dan menulis meskipun isinya bisa bersinggungan atau mungkin ditertawakan doktor-doktor ahlinya.

Lalu, tahun 1997-2000 saya dipindahkan ke JOB Santa Fe-Salawati joint antara Pertamina dan Santa Fe untuk mengerjakan Cekungan Salawati. Inilah periode yang berharga untuk saya melakukan banyak studi secara mandiri. Saya belajar dan berbuat (learning by doing). Berbagai macam studi saya lakukan di sini, mulai dari geokimia sampai struktur. Semua studi bukan diinstruksikan dari atasan, tetapi atas keinginan sendiri. Ada sekitar tujuh volume laporan studi selama empat tahun yang produktif itu. Studi-studi itu telah sangat membantu saya memahami petroleum geology secara terintegrasi. Saya makin percaya : no pain no gain. Saya juga percaya bahwa tak ada yang sulit dalam hidup ini asal mau berikhtiar, berusaha, dan ulet.

Menjelang tahun 2000 dan sesudahnya mulai banyak teman yang mengambil sekolah S2, baik dibiayai perusahaan maupun biaya sendiri. Dosen2 dari ITB datang ke kantor seminggu sekali mengajari mereka. Saya tak berminat mengambilnya, saya sudah lama belajar sendiri di perpustakaan saya yang saat itu sudah hampir 5000 koleksi buku-bukunya tak termasuk ribuan paper geologi. Mengambil sekolah lagi ibarat merasa mengkhianati diri sendiri yang sudah bersumpah otodidak.

Tahun 2000 saya dipindahkan ke Pertamina MPS (manajelem production sharing - asal muasal BPMIGAS sekarang). Di sini sama sekali bukan tempat riset, bukan tempat melakukan studi-studi geologi, dan sejenisnya, tetapi tempat mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan kontraktor2 perminyakan Indonesia. Banyak orang bilang bahwa di Pertamina MPS kemampuan teknis kita akan berkurang dan hilang sebab kemampuan kita tak dipakai lagi, tak mengerjakan studi lagi, hanya menilai. Benarkah begitu ? Mungkin ya mungkin tidak. Tetapi yang jelas justru di Pertamina MPS-BPMIGAS lah kecintaan saya kepada geologi makin menjadi sebab saya dikelilingi sedemikian banyak data dari seluruh Indonesia. Saya juga menerima laporan studi ini studi itu. Maka lebih dari setengah jumlah total publikasi saya, saya tulis di Pertamina MPS-BPMIGAS.

Saat ini jumlah total publikasi saya sudah 139 (56 paper untuk berbagai pertemuan nasional dan internasonal, 23 artikel untuk jurnal dalam dan luar negeri, 6 bab di dalam enam buku, 24 presentasi undangan dan pidato kunci, 21 kuliah umum/tamu di berbagai perguruan tinggi, dan 9 buku manual kursus untuk profesional) . Semua saya tulis atas nama cinta saya kepada geologi dan pengabdian saya kepada masyarakat geologi dan masyarakat awam. Tidak ada satu pun daripadanya yang saya tulis untuk mengejar kum sebab saya bukan dosen dan bukan peneliti di lembaga riset; dan tidak ada satu pun yang saya tulis untuk mengejar salary geology..

Kini, di perpustakaan saya di rumah, saya dikepung oleh hampir 6500 buku. Buku-buku yang telah saya kumpulkan dari tahun 1979, hampir 30 tahun yang lalu. Itulah sekolah saya, sekolah tanpa teman, tanpa gelar, tanpa kelulusan, tetapi dengan ribuan dosen-dosen hebat yang bisa saya tanya kapan saja baik tengah malam maupun dini hari. Ujiannya adalah membuat paper-paper dan mempresentasikannya . Akan ada pertentangan yang hebat dalam diri saya kalau saya mengambil sekolah lagi, itu ibarat mengkhinati diri sendiri yang sudah bersumpah "otodidak". Hampir 20 tahun otodidak, tak gampang "mengkhianatinya" .

Suatu hari saya duduk bersebelahan dengan Prof. Robert Hall, ahli tektonik SE Asia yang terkenal itu, di dalam sebuah pertemuan internasional. Saya dan Prof. Hall sama-sama presentasi tektonik Jawa Tengah. Kami berbagi kartu nama dan Prof. Hall langsung berkomentar demi melihat institusi saya (BPMIGAS), "you did your research as a hobby, didn't you ?" Ya, semuanya karena hobi, seperti juga yang Pak Herman lakukan.

Saya sudah menemukan kecintaan saya dalam geologi. Apakah keahlian geologi bisa dijadikan uang ? Tentu saja ! Tetapi bukan itu perhatian saya yang utama, uang akan mengikuti kita apabila kita punya magnet untuk menariknya. Magnet itu bernama keahlian. Saya ingin mengatakan kepada para junior saya : besarkan dulu keahlian geologimu, uang akan mengikutinya apabila keahlian itu sudah menjadi magnet Jangan membuatnya terbalik.

salam,
awang

Akhlak Nabi

Friday, September 10, 2010

based on Quraish Shibab on Twitter
Check this out.. ;)

  • Nabi SAW tdk melepaskan tangannya saat berjabat sebelum mitranya melepasnya.
  • Nabi SAW tidak pernah mengulurkan kaki di hadapan sahabat2nya.
  • Nabi SAW menoleh dgn seluruh badannya, menunjuk dgn seluruh jarinya.
  • Nabi SAW berbicara perlahan dgn dialek mitra bicaranya.
  • Nabi SAW kalau berbicara sesekali menggigit bibir tanda berpikir, menepuk telapak kiri dgn jari telunjuk.
  • Cetusan yg plg buruk dlm percakapan Nabi SAW; "Apa yg terjadi pada org itu? Semoga dahinya berlumur lumpur."
  • Harta Nabi SAW yg plg mewah adl sepasang alas kaki berwarna kuning, hadiah dari Negus, penguasa Abissinia.
  • Nabi SAW tinggal di pondok kecil beratap jerami yg kamar2nya dipisahkan oleh batang2 pohon yg direkat dgn lumpur bercampur kapur.
  • Nabi SAW sendiri yg menyalakan api, mengepel lantai, memerah susu dan menjahit alas kakinya yg putus.
  • Santapan Nabi SAW yg plg mewah, meski jrg dinikmatinya, adl madu, susu dan lengan kambing.
  • Nabi SAW gagah berani, memiliki senyum yg sgt memikat dan malu mempermalukan orang.
  • Nabi SAW menghimpun dlm dirinya 4 tipe manusia scr sempurna, pekerja, pemikir, pengabdi Allah dan seniman.
  • Nabi SAW selalu memilih yg termudah, selama halal, bila berhadapan dgn pilihan.
Additional :
Q : Subhanallah, sprti apa senyum Nabi SAW?
A : Senyumnya menyejukkan, dilukiskan sbg butir salju di oase.

Q : Pak, apakah Nabi SAW pernah sakit gigi?
A : Tdk pernah, krn beliau bersiwak tdk kurang 10 kali sehari.





Semoga kita bisa meneladani akhlak Nabi yang begitu rendah hati..
Happy Ied, 1 Syawal 1431 H.

Sharing2 : Test VT Schlumberger 2009

Sunday, June 14, 2009

Well, kemaren (13 Juni 2009) sy Alhamdulillah dapat kesempatan mengikuti tes VT Schlumberger 2009, tempatnya di kampus POLBAN..

Seharusnya sih menurut jadwal tes S1, sy hrs ikut tes itu di hari Jumat-nya.. tapi karena ada ujian Geofisika, jd kami minta undur di hari Sabtu.. bareng deh tes ama anak D3 di Polban.. Dari anak UNPADnya yang daftar ada 4 orang, termasuk saya. (4 org itu semuanya dr Teknik Geologi..). Lainnya dr teknik2 yang lain..

Ada banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang sy dapatkan dr Tes VT Slb itu,, Terlepas dr saya ntarnya keterima ato tidak, disini sy ingin berbagi pengalaman dengan teman2 semua, mudah2an pengalaman sy ini bisa berguna dan bermanfaat..
Pengumuman tesnya diumumkan lewat email. Doain sy ya teman2.. Amiin.. =)

Sebelum tes dimulai, kami seluruh peserta dikumpulkan di Aula untuk duduk menyaksikan Slide presentasi dr Slb.. All English, man..! Speakernya juga talks in English.. =)
it was a very nice presentation, dimana kita dikenalkan dengan Slb, dari mulai historynya, perkembangannya, departement2 Slb, services yang dilakukan, dll.
dan terakhir ada sesi tanya jawab. But remember..! Do you want to ask? It should be in English.. =)
And ozz courrff He will answer in English, too..! ;P

Setelah selesai sesi presentasi, maka THE Test Begin..
haghaghag.. ruangannya dingin (karena ber-AC) dn ditambah (mungkin) dengan nervous2 dr sy.. hahahahahha.. dasar..!

Testnya ada 3 tahap, Marree kita jelaskan satu2.. Harap dibaca baik2 ya.. semoga berguna..! =) :

1. Describe something that written on the card

Tes ini mengharuskan kita menjelaskan dalam waktu 3 menit based on apa yang diminta sang kartu. Pertamanya, kita mengambil kartu secara acak, Naah.. Jelaskan deh..! heehhehe.. dan tentu saja, in English.. contoh2 sentencenya tuh kayak : "Please tell me more about attitude..!", "What's your opinion about responsibility..?", "What if you have to work in 40 degree Celsius..?", dll..

Brrr... pengalaman saya sih.. haghaghag.. nervous pasti ada lah ya.. kek misalnya : karena 3 menit waktu yg singkat, maka mau ga mau sy hrs berpikir cepat, dan jangan sampe ada jeda kosoooong gt karena lemot mikirnya.. ;P so hasilnya adalah : sy keluarin aja kata2 yang ada kepikir saat itu. yang tapi ternyata setelah dipikir2 itu bukan jawaban Real saya.. waduh, terpaksa deh sy hrs mikir terus untuk memBack up jawaban2 sy yang udah keluar td.. teruuus berulang begitu.. back up kata2 yang udah terlanjur keluar.. hhff.. Fool me..! ;P
saran saya sih.. hendaknya words dr Kartu itu dipikirkan dulu, susun strukturnya biar enak ngjelasin.. misal kalo yang keluar tuh "television", nah jelasin deh Apa definisinya, Kegunaan, Siapa aja Objek pemakai Televisi, Dampak Positif, Dampak Negatif, dll.. jd kan zzzeellaass.. bukan begitu Sodara2..?! =)

2. Team Work

Yang dinilai adalah gimana kerja kita dalam tim. Biasanya berupa simulasi game yang hrs diselesaikan.. Namun karena kami jumlahnya dikit (4 org), maka kebetulan saya tidak melalui tes ini. marree kita berancuut ke THE FINAL Test..! xD

3. Personal Interview

Nah, dalam tes yang ini tuh si Interviewer berusaha mengkorek2 tentang kita.. secara personal, study, experience, sudut pandang, achievement, attitude, performance, dll, dan tentunya mengecek secara langsung kemampuan English kita.. yaawwn.. soalnya tes ini juga FULL ENGLISH, man..!
sekedar saran sajah, dalam menghadapi tes ini, usahakan tenang..
Ingat 3 BC..!! Be Calm.. Be Cool.. Be Confident..!
Apa yang kita tulis di CV bakal dikorek abiz, dikupas tuntas. So, jangan asal2 bikin CV, jgn juga boong nambahin2 ke CV, pokoknya kita bertanggung jawab sepenuhnya dgn apa yang udah kita tulis di CV.
trusss... si Interviewer pintar ini tidak berpatok just on your CV, tapi dy bakal juga ngasi2 pertanyaan dari jawaban2 yang kamu keluarin.. hohohoho.. siap2 ajah.. So, tanggung jawab juga ngasi jawaban..! ;P

====================================================

Nah, beres sudah sy bercerita tentang ALL the Test what was.. =)
mungkin klo cuma baca doank dr yang saya tulis ini sih terasa biasa aja ya? hahahaa.. padahal klo ngrasain sendiri, dijamin BEDA..! xD

Dari tes2 itu, hmm.. honestly sy msh ngerasa : set dah..! ternyata ilmu sy ini msh dangkal, sy masih kurang disini, disitu.. (ini jujur lho, temen2..). banyak2 yang mesti sy benahi dan improve..

So now for you friends, here I'll give you some advice :

1. IPK > 3.5

hohoho.. bukan maksud apa2 sy menempatkan masalah IPK ada di urutan pertama.. Karena memang, requirement pertama yang hrs dipenuhi adalah GPA min 3.5. So, jangan pernah malas2an belajar buat dapetin IPK > 3.5. Memang mungkin teman2 bisa bilang : "ada koq perusahaan yang GPA min nya 3.00 ato 2.75", misal.. Tapi akan lebih aman klo temen2 berada di posisi > 3.5. Soalnya beberapa company tentunya ada requirement yang mengharuskan begitu. contohnya yang rekrutmen Slb ini. Sayang kan klo ternyata teman2 berminat, tp terbentur di masalah IPK.
Dan memang betul, IPK bukan segalanya, juga hrs diperhatikan skill, English, link, personality, dll..
Soalnya, yang IPK 4 pun blm tentu dy keterima klo ternyata kualitasnya tidak seperti yang diharapkan.
Perusahaan pun tidak silau dengan org yang IPK 4, sehingga lantas langsung menerima begitu saja. Tetep harus didukung dengan Skills lainnya.
Tapi minimal ya pemirsa.. usahkan IPK Anda minimal berada di posisi > 3.5. Biar kita bebas gerak. Dan jangan lupa juga untuk meng improve dengan skills dan faktor2 penunjang lainnya..
So, semangadh belajar..!! ^o^ tapi ya balance juga lah dengan maen2, kayak jalan2, ntn, hanging out, dsb2.. atur2 porsinya. Jangan juga jd orang yang katro gara2 belajaaaar terus. Ntar botak loh.. ;P


2. EngLish.. English.. EngLish..!!

Bahasa Inggris memang udah gabisa ditawar2 lg, men..! dr awal sampe akhir tes itu tuh FULL ENGLISH, man..!! Ga ada pake bahasa Indonesia kitah tercintah..
English is the most Important one. Dewasa ini, sudah menjadi hal yang biasa pake bahasa Inggris. English as your second language. Banyak2 belajar practice English dr sekarang..! Don't afraid to make mistake..! Because from that you can learn to be better..!! Let's practise, anytime, anywhere..! Don't be shy..!! =)
Saran sy sih : Bahasa inggris bisa dilatih dr mulai hal2 kecil, kayak misalnya :
- ntn DVD pake subtittle English.. (nah tuh, tiru2in deh dy ngomong apa..)
- dengerin lagu2 luar.. dengerin liriknya.. coba pahamin dy tuh nyanyi sebenernya ngemeng apa. haghaghagg,,
- baca bacaan yang in English, kaya : Majalah, komik, buku bacaan, novel, koran, Samboggs (loh..?!)
- SMSan ato Chat in English..
- ngobrol ama temen in English..
- sering2 ikut Course yang Speakernya : Native Speaker. kayak : Mr. Stephen Scott yang tiap Sabtu secara FREE ngasi Course di Geologi. Latihan dengerin dan ngobrol lah tuh ama dy.. Selain ilmunya dapet, kan skill English kita jd lebih terasah.. (pasti Vivi totally agree deh ama yang ini. ;P)
- bagi yang punya duit : I suggest you to buy a pack of TOEFL test.. and keep practising while doing listening test all over the night.. haghaghag..
Yaa something like that lah.. Hal2 kecil itu lah yang nantinya InsyaAllah jd kebiasaan.. Okok??
Sekali lagi : Englih is the most Important one. So, Lets Start from NOW..!!


3. Improve your Basic Geology..!

Naah, yang ini tuh ada juga keluar pada saat wawancara. Misalnya ditanya : "What's the different between Dolomit and Limestone..?", ato juga "Can you tell me how's The Turbidite System?", "Can you give me some explanation about Porosity and Permeability?", "And how about Density?", "What is Resistivity? And its correlation with the lithology. Please Explain!"
Beuuh.. nah tuh. JEDER2 ngga??! semua itu membutuhkan dasar ilmu Geologi yang kuat..
jangan sampe lupa hal2 dasar kayak gitu.. Coba lebih diperdalam lagi ilmunya.. banyak2 baca dan diskusi, sering2 ikut course, seminar, workshop.. (Jangan cuma asal mengharapkan dapet sertifikatnya doank..) Nalar digunain, jangan asal hapal aja. Pemahaman itu lebih penting drpd kita Inget 100% apa yang ditulis di buku tapi ga paham sama sekali. =)
Semuanya itu butuh banget pondasi yang kuat dr ilmu yang kita lg pelajarin sekarang. Malu donk ntar klo ditanya gitu kita ga bisa jawab. Ok misalnya IPK kita udah TOP abiez, tp tetep aja GUBRAK klo hal2 semacam itu gbs dijawab..
Makanya, ujian dan kuliah tuh bukan hanya dapetin nilai bagus. Kayak : "Ah gpp lah gw ga belajar asal pas ujian duduk deket si "X", biar Huruf Mutu yang keluar A ato B. wkwkwkwk.."
Nah, dirubah aja tuh dr sekarang.. Sekali lagi Paham. Ditanya gt pas wawancara ama orang company-nya kan keder juga. Yang inget aja bisa tiba2 lupa gara2 ada tambahan Nervous, English, dll. So plens, Got my points..? =)

4. Improve your Skills.. Ozz Cooouurrff..!!

IPK udah, English udah, ilmu geologi udah,, Nah klo gt, tiba saatnya juga memperhatikan skills yang lain kayak : Computer & Internet skill, Communication skill, Management skill, Organization, dll..
Klo ada skill plus2 ini, company bakal lebih bergairah untuk ng-Hire kita.. Jangan mau jadi orang yang Gaptek dan Katro di jaman sekarang ini. Kita harus jadi orang yang Flexibel dan Dinamis. Diminta ini bisa.. diminta itu OK.. Seneng tuh klo skills kita Mantabh..!
Untuk yang belum pernah ngerasain di Organisasi, coba ikut deh Organisasi, disitu bakal kelatih skills kita. Jangan KUPU-KUPU. (Kuliah Pulang - Kuliah Pulang) asal lulus. jyaaah.. Ayo bergerak..!
Trus, jdlah orang yang Aktif dan Inisiatif. Jangan maunya disuruh2 mulu. Kita kan sudah dianugerahi otak, digunakanlah untuk mikir. Sapa tau ide kita lebih bagus. Ya ngga?
Ide doank ga cukup. Then Do it..!
Gimana? Sudah tau dimana yang kurang ato belum jagonya? Improve dr sekarang ya man..! Late Better than Never. =)

5. Be Confident

The last One.. PD aja lagi..! =) Jangan minder liat peserta lain.. PD saat melangkah menuju meja interviewer. Tunjukin performance yang OK. Answer all the questions Confidently. Suara yang JELAS dan PD. Jangan terkesan kurang PD dan ragu. Percaya bahwa kita semua sudah punya bekal sebelumnya, sehingga kita bisa melangkah ke Tes ini. =)
Sering2 latih ngomong di depan orang banyak. Bisa dilatih tuh pada saat tugas presentasi kelompok gitu.. Yang serius makanya saat presentasi.. Usahakan presentasi kita memang benar paham, tidak liat slide, tapi liat audience, kontrol penonton, jangan blocking. Dan jangan sekalipun berpikir : "Ah udalah, presentasi ya presntasi aja.. yang penting udaaah.. sleesee.. Legaaa deh."

======================================================

Note :
Geologi UNPAD masih hrs terus membenahi dan meng-improve skills nya..! karena jujur saja, kita masih dipandang sebelah mata. =) Buktikan kita memang bisa tahan dalam segala sesuatu sperti kerasnya di lapangan Schlumberger. Bukannya kita sudah dilatih fisik dan mental? =)
Semoga ini bisa lebih memotivasi kita semua.
Mau dapat kerjaan bagus? Perusahaan asing? Gaji besar? Haghaghag.. Itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu perjuangan dan Usaha.

Hidup ini keras, Jendral.. =)


Begitu deh.. tapi ingat ya teman2, sengaja saya tidak menuliskan yang satu ini termasuk ke saran2 di atas. Karena yang ini memang The Most Most Most Important One. yaitu :
"Berdoa pada Allah..", yakin bahwa segala sesuatu sudah ada yang mengatur. Ikhtiar kita berujung pada ridho Allah.. okok? =) Harus balance lah antara Dunia dan Akhirat..
Ingat, tes VT Schlumberger belum seberapa bandingannya dengan tes masuk Surga. =)

Selamat Ulang Tahun

Thursday, March 26, 2009

"... Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal."

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Milyaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku

Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

(Dewi Lestari, Selamat Ulang Tahun, Rectoverso)


Lirik di atas saya ambil dari lagu "Selamat Ulang Tahun"-nya Dewi Lestari dalam album Rectoverso. Saya mempunyai problem dalam mengingat ulang tahun seseorang. Saya lupa ulang tahun teman2 saya, lupa ulang tahun sodara dekat, lupa ulang tahun teman2 dekat, bahkan kadang-kadang saya lupa ulang tahun bunda.. (uh.. My bad..). Karena saya sering lupa, ada salah satu teman saya yang menawarkan diri (lebih tepatnya mendeklarasikan diri) menjadi Birthday Reminder saya. haha. Lucu memang.. Jadi gini, tiap dimana ada ulang tahun, temen saya itu selalu sms "Put, si 'bla..bla..bla..' ulang tahun loh sekarang, kamu jangan lupa ucapin yagh..!". Makasi nenden.. ^^

Ucapan selamat ulang tahun itu menurut saya simple tapi bermakna. Kita akan merasa senang mendapat ucapan selamat ulang tahun (kalo ada kadonya malah lebih bagus. hehehe..) dari banyak orang. Terlebih jika kita mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari orang spesial. hahaha.. Keberadaan kita jadi merasa diakui gitu kan ama dunia.. (halah, lebay). Kebayang ga klo ga punya temen? Tidak ada ucapan selamat ulang tahun, sendirian, sepi. Sedih banget kan..

Saya juga kadang2 sebel ulang tahun saya selalu dalam masa libur. Jadi, suprise2 yang biasa dirasakan oleh teman2 di kala ulang tahun pada hari2 sekolah (ato kuliah), itu sangat jarang saya dapatkan. Malah bisa dikatakan Tidak Pernah. hahaha. Paling-paling, pernah waktu ulang tahun saya tahun lalu, teman2 saya sengaja datang ke rumah tengah malem buat ngerjain saya malem2 dengan nyiram air dingin seember. Haduh..! (ga mau juga seh.. dingin.. brrrr..). Tapi, ya diterima aja sih.. seneng2 aja. Toh mereka juga bawa kue ultah. hahaha..

Tapi, itu juga bukan suprise2 amat sih.. Sebenernya, saya udah tau temen2 saya mau datang tiba2 tengah malem. Hayoo, tau darimana?

Jadi, sore nya itu temen saya nelvon ke rumah, yang angkat kebetulan ayah saya :
temen : Om, puput ultah 4 Juli ya?
ayah : iya, kenapa?
temen : Gini om, kami mau dateng ke rumah nanti malem. Mau bikin kejutan. Boleh ga Om?
ayah : Oo.. boleh2..
temen : Tapi, Om jangan bilang2 puput ya..
ayah : siiip..

Tau yang terjadi selanjutnya? Hehehe.. Ayahku yang baikhati ini langsung bilang ke saya : "Put, tadi tuh temen kamu nelvon, mau dateng ke sini ntar tengah malem. Kamu pura2 ga tau aja ya.. Pura2 kaget2 gitu kalo dikerjain. Kasian, hargai aja usaha mereka."

Hahahahaha.. Ayahku emang the best nomor 1..! ^o^.

Lalu, kenapa tiba2 saya awali post blog saya kali ini dengan lirik Selamat Ulang Tahun dari Dewi Lestari? Ceritanya, waktu saya dengerin lagu sambil kerjain sesuatu di laptop (tengah malem, sunyi, dan sepi). Saya puter album Rectoverso Dewi Lestari di Windows Media Player. Awalnya sih biasa aja. Tapi, saya tertarik ke judul lagu ini.. Didengerin lagunya slow.. dan banyak iringan pianonya (saya suka piano). Karena penasaran, saya search liriknya, yang saya kira sebelumnya lagu ini berisi ucapan Selamat Ulang Tahun biasa, yang riang gembira gitu, tapi ternyata liriknya bikin saya sedih.. Saya menangis sejadi-jadinya. (mengagumkan kan? saya termasuk orang yang jarang dan susah nangis loh.. hehe)

Karna saya teringat sesuatu. Saya teringat kealpaan saya tahun lalu. Pada hari dimana saya tidak ingat sama sekali bahwa hari itu adalah hari ulang tahun orang yang paling saya cintai. Missed beberapa hari sampai saya sadar bahwa saya telah lupa mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk bunda tercinta.

Ulang tahun bunda tanggal 10 Desember. Ulang tahun ayah tidak mungkin saya lupa, karna beliau lahir 25 Desember, Hari Natal. Nah, saya baru nyadar setelah lewat tanggal 10 Desember, mau mendekati Hari Natal. Hingar bingar semarak menyambut Natal, membuat saya ingat berarti ulang tahun ayah semakin dekat. Hehe. Namun, "jeglek..". Saya terdiam, saya lupa tidak mengucapkan selamat ulang tahun buat bunda..! Hell No..!! Bagaimana ini? Ulang tahunnya lewat sudah.. Kalo saya ucapin sekarang, pasti itu lain kerasanya buat bunda. Duuuh.. saya memang anak kurang ajar ya..? Parah banget..

Di masa2 panik itu, tiba-tiba ayah saya nelvon. Ya biasa.. nanya2 kabar, kuliah, keuangan, kesehatan, kesibukan, aktivitas, makanan, dll. hahaha.. Trus saya nanya deh ke ayah :
me : Yah, yah, tanggal 10 kemaren si bunda ultah ya?
ayah : iya, kamu ga ngucapin ya? ga nelvon bunda?
me : iya.. T.T haduh.. gimana donk Yah?
ayah : lupa ya?
me : iya.. gimana donk..? klo Put ngucapin sekarang apa ga kenapa2?
ayah : hehehe.. tenang aja, sayang.. Udah ayah ucapin koq..
me : ?????
ayah : iya, pas tanggal 10 Des itu, udah ayah bilang ke bunda.. "Bun,Bun, td pu2t sms, katanya selamat ulang tahun ya.. maap ga bisa nelvon bunda, put ga ada pulsa.. ok bun, semoga Allah melindungi selalu. Love you Bun." Nah, gitu udah ayah bilang put..
me : hhhhhh??? ya ampuuuunn.. Ayahku ini emang ayah paling pengertian di seluruh dunia deh.. Makasi banget ya Yah.. ^o^
ayah : iya donk.. Ayah gitu loh..
me : hehehe.. Met ulang tahun klo gitu Yah..!
ayah : yee.. belum kali.. ntar tgl 25. Tuh kan kamu lupa.
me : hehe.. ngga, ini tindakan preventif klo2 put lupa ga ngucapin di tanggal 25. haha
ayah : dasar. lain kali jangan lupa ya..!

Waduuuuhh.. sekali lagi hidup saya terselamatkan oleh ayah tercinta. Makasi banyak Yah.. Janji ga akan lupa lagi ulang tahun orang2 yang paling saya cintai.

Semoga kita selalu ingat, momen2 terindah dalam hidup orang2 yang kita cintai. Warm regards. ;D

Introducing...

Monday, February 23, 2009

Hehehehe.. Actually, this blog is my old blog. A long long time ago I built this without any goal. The name I gave was come from one of my favorite novel (and now, when I want to change the name, I even do not know how to edit that name. hehe.. V^^). But if you suggest me to create the new one, I'm sorry I'll say no. Because, it's my first blog that I have to take care of.

Ok, let's start my blog introduction. It mixtures contains a cup of journey, a bottle of experience, a spoon of knowledge, a can of stupidity, a bunch of feeling, a glass of curiosity, and so on. Also adding with sprinkling hope and sparkling love. I made this blog to deliver my complicated unarranged mind which is going to blast anytime if I don’t share with you. I wish I could speak my mind systematically, a thing that is so difficult for me to do, especially in English, language of which I have to learn a lot.

It took so long for me to name my blog. The name must be something that show my characteristics or what I think about on and on. Then I realize, I keep thinking how to be beautiful all my life!

Silly, This thing has been worried in my whole life. What cloth should I wear, how to make my face shining, why I don’t have a sexy body, bla..bla..bla.. I exhaust a few hours in front of the mirror, sometimes admire myself, but more often regret my physical flaw. Appearance can raise my confidence but it also turns me down below.

This might sound ridiculous for you, but believe me that true. Slightly, many cases in the past taught me that beauty is more than your physical appearance. The most important is what inside your heart. It takes my shallow brain so long to receive this fact.

People always judge you from what you wear and how do you look like. I believe that our appearance is not less important, but sometimes we forget one thing which actually more crucial : PERSONALITY.

Not that cliché word anymore, eh? Easy to speak, but hard to achieve. People said that Beauty Is Pain. Demanded to be beautiful outside is painful enough, but dump bad habits and reach self-actualization really torture me. Being beautiful inside is more difficult and needs long process. But, though beauty is pain, it’s painfully fun and I enjoy it.

That’s why I name this blog BEAUTIFUL MIND. This name represents my thought, my point of view, my difficulty (really), and the biggest is my hope. It’s a burden to have a beautiful heart, but being gorgeous in and out is a must.

I’d also like to share some tips and knowledge with you. I’m waiting comments from you for my posting blogs whatever it is. I hope this blog will be useful for us. Warm regards. ;D


 
Beautiful Mind. Design by Pocket